Catatan Kecilku

Perjalanan mencari Ilmu sungguh Indah

Fiqih FB – Facebook dalam pandangan Islam

Pada era modern ini, kemajuan teknologi adalah sebuah fenomena alam nyata yang tak terhindarkan dari lini kehidupan umat manusia. Bahkan seakan-akan alat-alat modern tersebut nyaris merasuk ke jantung setiap orang, lintas budaya, suku, bangsa, dan agama.

Di antara alat teknologi modern tersebut adalah internet dengan berbagai variasi program di dalamnya, termasuk di antaranya situs jejaring sosial yang dinamakan “Facebook” yang kini terkenal luas dan diminati banyak orang.

Nah, sebagai seorang muslim yang sejati, hendaknya kita menempatkan alat ini untuk mendekatkan diri kepada Alloh dan sebagai lahan pahala bagi kita berupa dakwah, silaturrahmi dan sebagainya, bukan malah menjadikannya sebagai alat ghibah (gunjingan), fitnah, provokasi, gosip, nafsu berahi, dan sebagainya. Oleh karena itu, pada edisi kali ini sedikit akan kami sampaikan secara ringkas tentang fiqih penggunaan Facebook dalam syari’at Islam. Semoga bermanfaat. Baca tulisan ini lebih lanjut

FENOMENA IKHWAN GOMBAL dan AKHWAT GENIT

“Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat yang penulis kenal. Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya. Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhkwat melalui penilaian komentar akhwat.

Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, dll, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas.

Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan.

Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.

Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.

Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati.

Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya,berikut ini petikan obrolannya:

“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.

“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.

“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.

Apakah berakhir sampai di sini? Oh no…. Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit,maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab: Baca tulisan ini lebih lanjut

R.A Kartini – Hari Kartini – Sebuah studi Kritis 21 April

I. MASUKNYA LIBERALISME DAN FEMINISME DI INDONESIA

Gerlombang Liberalisme di Indonesia masuk dari berbagai pintu. Salah satu pintu yang boleh dikatakan sukses adalah pintu isu kesetaraan gender. Isu ini bahkan telah berhasil menembus kebijakan negara. Alhasil, gender mainstreaming menjadi salah satu program penting dalam semua lini program yang dicanangkan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga meratifikasi MDGs (Milenium Development Goals) yang salah satu indikatornya adalah pengarus-utamaan gender. Targetnya sangat telanjang: menyamakan peran laki-laki dan perempuan. Artikel ini tidak akan membicangkan masalah ini. Yang akan menjadi fokus adalah asal-muasal dari mana gerakan ini muncul di negeri ini? Apakah tepat konteks sosial Indonesia?

Gerakan perempuan di Indonesia mulai menyeruak ke permukaan setelah terbit buku kompilasi surat-menyurat Kartini dengan teman-teman Belandanya (Ny. Abendanon, Stella, Ny. Ovink-Soer, dll) bertajuk Door Duisternis Tot Licht (1911). Buku ini menjadi populer ketika Armin Pane, pujangga angkatan Balai Pustaka, menerjemahkannya dan memberinya judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku ini dianggap memberi inspirasi bagi kaum wanita di Indonesia untuk memperjuangkan harkat dan martabatnya agar sejajar dengan laki-laki. Alhasil kata “emansipasi wanita” menjadi kata-kata yang sangat familiar di negeri ini; dan Kartini pun didaulat sebagai salah seorang pahlawan wanita kebanggaan bangsa ini. Baca tulisan ini lebih lanjut

Macam-macam Status fb(Facebook) – Update Status Serba Salah…

Mau Tulis Status Ayat AlQur’an
disangka Random Ayat..

Mau pasang Status yang berisi Hadits
ditanya Riwayat..

Mau Ketik Status yang isinya Nasehat
takut Riya’.. Baca tulisan ini lebih lanjut

Jangan Bangga – sebuah Renungan

Bangga? mending dihapus deh dari direktori hati kita..
  1. Jangan bangga dengan pakaian yang bagus, karena pakaian terakhir kita kelak adalah kain Kafan.
  2. Jangan bangga dengan kendaraan yang kita punya, karena kendaraan terakhir kita adalah Keranda.
  3. Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk, karena tempat tidur terakhir kita adalah Tanah.
  4. Jangan bangga dengan rumah mewah, karena rumah terakhir kita adalah Kubur. Baca tulisan ini lebih lanjut

Aku Menunggumu – ungkapan seorang wanita

Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku,
namun ini adalah kejujuranku.

Mengapa aku berkata seperti ini?
Karena aku menyukai orang-orang yang mencintaiNya. …
yang mencintai RasulNya…
dan denganmu…
kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintaiNya. ..

Aku merindukanmu karena Allah

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu.
Mengapa aku berkata seperti ini? Baca tulisan ini lebih lanjut

Ketika Akhwat Jatuh Cinta

Akhwat Jatuh Cinta?

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia…
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?
Mereka juga punya hati dan rasa…
Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada… Baca tulisan ini lebih lanjut

SPAM di Facebook – kesaksian dari pelaku (yang ini Bukan SPAM)

Sore itu aku melihat status di dinding temanku. Sebenarnya aku tak tertarik dengan judul tautan yang ada di status teman tersebut, namun karena temanku orang yang jarang update status, aku berpikir pasti ini adalah link yang bermanfaat..

Klik!!! (masuk ke website)

(kembali ke tab facebook) Ada pemberitahuan komentar masuk, “Kena juga ya?”..

aku bertanya-tanya, maksudnya? Baca tulisan ini lebih lanjut

Sticker Islami Website Tashfiyah.or.id – 1

Bandung, maret 2011

Created with COREL DRAW X5.

Thank to my friend Rizal Fauzi Rahman.

Di Balik Slogan Indah Iklan Rokok

Rokok

Aku bukan penggemar rokok, aku hanya korban para perokok.

Heran dengan iklan rokok yang tersebar di media, jadi tergelitik untuk menulis sedikit hasil pengamatan pribadi mengenai slogan-slogan iklan rokok.

Langsung saja,

Clas Mild

Talk Less Do More : sedikit bicara, banyak berbuat(menghisap batang rokok maksudnya).. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.