Catatan Kecilku

Perjalanan mencari Ilmu sungguh Indah

Penggunaan Warna yang Efektif

Aspek Psikologis

Hindarkan penggunaaan tampilan yang secara simultan sejumlah warna tajam. Seperti merah, jingga, kuning, dan hijau dapat dilihat bersama-sama tanpa perlu pemfokusan kembali, tetapi cyan, biru, dan merah tidak dapat dilihat secara serempak dengan mudah.

Hindarkan warna biru murni untuk teks, garis tipis, dan bentuk yang kecil. Sistem penglihatan mata kita tidak bisa untuk rangsangan yang terinci, tajam, serta bergelombang pendek.

Hindarkan warna berdekatan yang hanya berbeda dalam warna biru. Sudut-sudut yang berbeda hanya pada presentase warna biru akan terlihat sama.

Pengamat yang lebih tua memerlukan arah ketajaman yang lebih tinggi untuk membedakan warna.Warna akan berubah kenampakannya ketika arah cahaya sekeliling berubah.

Besarnya perubahan warna yang dapat dideteksi bervariasi untuk warna yang berbeda. Perubahan kecil dalam warna merah dan ungu sukar dideteksi dibandingkan dengan warna lain seperti kuning dan biru-hijau.

Hindarkan warna merah dan hijau yang ditempatkan secara berseberangan pada tampilan berskala besar.Warna yang lebih cocok adalah biru dan kuning.Warna yang berlawanan dapat digunakan bersama-sama untuk skala kecil. Merah dengan hijau atau kuning dengan biru merupakan kombinasi yang baik untuk tampilan sederhana.

Untuk pengamat yang mengalami kekurangan dalam melihat warna, hindarkanlah perubahan warna tunggal.Dari Aspek PerseptualLuminans tidak sama dengan kecerahanKetajaman (lightness) dan kecerahan (brightness) dapat dibedakan pada bentuk tercetak, tetapi tidak pada tampilan warna.

Dari Aspek KognitifJangan menggunakan warna secara berlebihanWaspadalah terhadap manipulasi warna secara tak linear pada layar tampilan dan berbentuk cetakan.Kelompokkan elemen-elemen yang saling berkaitan dengan latar belakang yang sama.

PENDENGARAN

Kebanyakan manusia dapat mendeteksi suara dalam kisaran frekuensi 20 Hertz sampai 20 Khertz, tetapi batas bawah dan atas biasanya dipengaruhi oleh umur dan kesehatan seseorang. Suara yang berkisar pada frekuensi 1000 – 4000 Hertz menyebabkan pendengaran menjadi lebih sensitif.

Selain frekuensi, suara juga dapat bervariasi dalam hal kebisingan (loudness). Jika batas kebisingan dinyatakan sebagai 0 dB (decible), maka suara bisikan mempunyai tingkat kebisingan antara 50 dB sampai 70 dB.

SENTUHAN

Sentuhan merupakan sarana interaksi yang menduduki urutan ketiga setelah penglihatan dan pendengaran. Sensifitas sentuhan lebih dikaitkan dengan aspek ergonomis dalam sebuah sistem. Sebagai contoh, dalam penggunaan papan ketik atau tombol.

Sumber: Presentasi Human-Interaction-Computer Third Edition.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: