Catatan Kecilku

Perjalanan mencari Ilmu sungguh Indah

Jangan Bangga – sebuah Renungan

Bangga? mending dihapus deh dari direktori hati kita..
  1. Jangan bangga dengan pakaian yang bagus, karena pakaian terakhir kita kelak adalah kain Kafan.
  2. Jangan bangga dengan kendaraan yang kita punya, karena kendaraan terakhir kita adalah Keranda.
  3. Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk, karena tempat tidur terakhir kita adalah Tanah.
  4. Jangan bangga dengan rumah mewah, karena rumah terakhir kita adalah Kubur.
  5. Jangan bangga dengan wajah yang cantik/tampan, karena wajah terakhir kita hanyalah Debu.
  6. Jangan bangga dengan gelar kita, karena gelar kita terakhir adalah Rahimahullah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ

Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan: yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu.

(HR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim Shahih Al-Jami’ush Shaghir: no. 1222; Shahih At-Targhib, no: 3333)

Syumaith bin ‘Ajlan berkata:

مَنْ جَعَلَ الْمَوْتَ نُصْبَ عَيْنَيْهِ, لَمْ يُبَالِ بِضَيْقِ الدُّنْيَا وَلاَ بِسَعَتِهَا

“Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya”.

(Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal: 483, tahqiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)

Hamid Al-Qaishari berkata:

“Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya sorga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira?! Kemungkinan apakah yang kamu nantikan?! kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Allah) dengan perjalanan yang bagus”.

(Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal: 483, tahqiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)

referensi:
http://www.facebook.com

http://www.facebook.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: